Apakah Keringat Berlebihan Itu Berbahaya? Cari Solusi Yuk!

Pernah mendengar istilah hiperhidrosis? Hiperhidrosis adalah istilah di mana seseorang sering berkeringat dalam jumlah banyak. Pertanyaannya, apakah keringat berlebihan itu berbahaya?

Tentu saja kita nggak bisa langsung menjawab iya dan tidak sebelum mengetahui penyebab keringat berlebihan itu apa saja sih. Nah, Tukangketik bakal mengajak Buddies untuk mengenal lebih lanjut tentang hiperhidrosis, penyebab dan cara mengatasinya.

Apakah Keringat Berlebihan Itu Berbahaya dan Penyebabnya

Hiperhidrosis dapat dibagi menjadi 2 jenis. Tergantung pada jenis penyebab keringat berlebihan tersebut. Apakah bisa dengan jelas dapat diidentifikasi atau tidak. Berikut ini kedua jenis hiperhidrosis beserta penyebabnya:

1. Hiperhidrosis Primer

Yaitu sebuah kondisi hiperhidrosis di mana  tidak diketahui penyebabnya secara pasti.

Meskipun tidak jelas mengapa itu berkembang, hiperhidrosis primer dianggap sebagai suatu masalah yang berhubungan dengan sistem saraf simpatik. Di sisi lain, bisa jadi ada penyebab genetik.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai hubungan antara hiperhidrosis primer dengan sistem saraf simpatik dan genetik:

A. Sistem Saraf Simpatik

Sistem saraf simpatik mengontrol sebagian besar fungsi tubuh yang tidak memerlukan pikiran sadar, seperti pergerakan makanan melalui tubuh dan pergerakan urin yang keluar dari ginjal dan masuk ke kandung kemih kita.

Sistem saraf simpatik juga bertindak seperti termostat. Jika indera tubuh kita terlalu panas, itu akan mengirimkan sinyal dari otak ke jutaan kelenjar keringat di tubuh untuk menghasilkan keringat. Keringat mendinginkan kulit dan mengurangi suhu tubuh kita.

Jenis kelenjar keringat tertentu, yang dikenal sebagai kelenjar eccrine, tampaknya terlibat dalam hiperhidrosis. Ada lebih banyak kelenjar ekrin di ketiak, tangan, kaki, dan wajah, yang mungkin menjelaskan mengapa area ini sering terkena hiperhidrosis.

Diperkirakan pada kasus hiperhidrosis primer, otak mengirimkan sinyal ke kelenjar eccrine, meski kondisi tubuh sedang tidak perlu proses pendinginan.

B. Gen

Beberapa kasus hiperhidrosis primer muncul dalam keluarga, yang menunjukkan mutasi genetik. Mutasi genetik adalah saat instruksi dalam sel tubuh menjadi kacau, yang dapat mengganggu kerja normal tubuh. Beberapa mutasi genetik dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya.

2. Hiperhidrosis Sekunder

Jika penyebab hiperhidrosis dapat diidentifikasi, kondisi tersebut dikenal sebagai hiperhidrosis sekunder. Hiperhidrosis sekunder dapat memiliki sejumlah pemicu berbeda, termasuk:

  • Kehamilan
  • Menopause
  • Kecemasan
  • Gula darah rendah (hipoglikemia)
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Kegemukan
  • obat-obatan tertentu – termasuk beberapa antidepresan, propranolol, pilocarpine, dan bethanechol
  • mabuk atau “mabuk” karena obat-obatan, atau menarik diri dari alkohol atau obat-obatan jika Anda Kecanduan
  • Beberapa infeksi, seperti tuberkulosis dan HIV
  • Penyakit Parkinson
  • Gangguan sel darah atau sumsum tulang, seperti limfoma Hodgkin (kanker sel darah putih)

Hiperhidrosis sekunder seringkali dimulai lebih tiba-tiba daripada hiperhidrosis primer dan cenderung mempengaruhi seluruh tubuh.

Wah, ternyata banyak juga ya penyebab keringat berlebihan. Nah, kalau udah tahu penyebabnya seperti ini, menurut Buddies apakah keringat berlebihan itu berbahaya?

Cara Mengatasi Penyebab Keringat Berlebihan

Keringat berlebihan mungkin tidak terlihat membahayakan ya, Buddies. Namun tentu saja kondisi ini bisa sangat tidak nyaman.

Oleh karenanya, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi hiperhidrosis. Apa saja ya?

1. Perubahan Gaya Hidup

Walau keringat berlebihan bisa disebabkan oleh kelainan pada sistem saraf simpatik ataupun genetik, perubahan gaya hidup bisa membantu kita untuk mengatasi rasa insecure.

Mengubah gaya hidup tidak dapat menyembuhkan hiperhidrosis primer (hiperhidrosis tanpa penyebab yang jelas), tetapi dapat memperbaiki gejala dan membantu rasa percaya diri.

Saran di bawah ini mungkin bisa membantu:

  • Hindari pemicu yang kalian ketahui bisa memperparah keringat, seperti makanan pedas atau aktivitas fisik yang berlebihan.
  • Gunakan antiperspiran lebih sering daripada deodoran.
  • Hindari mengenakan pakaian ketat serta serat buatan manusia, seperti pakaian berjenis nilon.
  • Mengenakan pakaian hitam atau putih dapat meminimalkan tanda-tanda berkeringat.
  • Pelindung ketiak dapat menyerap keringat berlebih dan melindungi pakaian luar.
  • Kenakan kaus kaki yang menyerap kelembaban, seperti kaus kaki tebal yang terbuat dari serat alami. Buddies juga bisa menggunakan sol khusus atau kaus kaki olahraga yang dirancang untuk menyerap kelembaban.
  • Hindari mengenakan kaus kaki yang terbuat dari bahan buatan manusia dan ganti kaus kaki setidaknya dua kali sehari jika memungkinkan.
  • Idealnya pakailah sepatu yang terbuat dari kulit, dan cobalah mengganti sepatu yang berbeda setiap hari.

2. Berkonsultasi ke Dokter Kulit

Jika perubahan gaya hidup dan penggunaan antiperspiran ataupun deodorant  tidak berhasil, konsultasikan masalah Buddies kepada dokter kulit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Biasanya dokter akan meresepkan antiperspirant yang lebih ampuh, obat-obatan yang harus dikonsumsi secara rutin, dan perawatan-perawatan lanjutan tertentu. Bukan tidak mungkin bisa saja terjadi pembedahan jika dibutuhkan.

Semoga informasi mengenai apakah keringat berlebihan itu berbahaya bisa menjawab rasa penasaran Buddies. Jangan lupa gunakan deodorant dari Dove untuk atasi penyebab keringat berlebihan ya!