5 Cara Membuat Artikel di Blog yang Memiliki Daya Tarik

Suka menulis tapi merasa membuat novel online bukanlah gayamu? Bagaimana dengan ngeblog? Jika hal ini lebih sesuai untukmu, Tukangketik akan membagikan cara membuat artikel di blog yang menarik. Mau tahu?

Dasar dari menulis sebuah artikel, baik itu di blog, media cetak ataupun di platform lainnya, selalu dimulai dari membuat paragraf yang baik. Sebenarnya apa itu paragraf?

Paragraf adalah bagian-bagian teks yang memisahkan bagian tulisan yang lebih besar menjadi bagian-bagian kecil, agar mudah dibaca dan dipahami. Paragraf ini bisa ditemukan di dalam berbagai bentuk tulisan, seperti cerita pendek, novel, tulisan kreatif, karya tulis profesional ataupun artikel di blog.

Membuat paragraf yang baik adalah keterampilan menulis yang sangat berguna untuk banyak bentuk karya sastra ataupun jenis tulisan lainnya. Penulis yang baik selalu dapat meningkatkan keterbacaan berita, esai, atau penulisan fiksi mereka, dengan catatan setiap paragrafnya disusun dengan benar.

Apa yang Membuat Paragraf Menjadi Enak Dibaca?

Paragraf yang baik dan enak dibaca terdiri dari kalimat topik (atau kalimat utama), kalimat pendukung yang relevan, kalimat transisi, dan kalimat penutup (atau kalimat konklusi). Struktur ini adalah kunci untuk menjaga paragraf agar tetap fokus pada gagasan utama, serta mampu menyampaikan ide secara jelas dan ringkas.

Meskipun penulisan kreatif nggak selalu mengikuti struktur paragraf tradisional, lebih tentang bagaimana membangun adegan dan mengembangkan narasi. Paragraf yang efisien dan ditulis dengan baik merupakan pokok dari fiksi kilat yang baik.

Begitu juga dengan penulisan fiksi pendek. Cerita pendek harus tetap fokus pada ide utama. Selama kalimat yang buddies buat mampu membentuk ide yang kohesif dan terhubung satu sama lain, yakinlah kalau kamu pasti bisa menulis paragraf yang bagus.

5 Cara Membuat Artikel di Blog yang Baik dan Menarik

Entah itu menulis paragraf pendek ataupun panjang, masing-masing harus mengikuti aturan dasar struktur yang sama. Eniwei, format ini nggak  kaku, bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan.

Namun hal terpenting, informasi atau cerita yang buddies buat harus berhubungan secara logis atau berurutan dengan paragraf berikutnya. Elemen-elemen ini membantu koherensi paragraf dalam tubuh artikel, terikat erat untuk menyatukan ide, atau membuat cerita naratif.

1. Buatlah Kalimat Pertama dari Topik Utama

Baris pertama pada paragraf pertama mengatur informasi apa yang akan didapat oleh audiens saat mereka membaca. Bahkan dalam fiksi, pendahuluan sebuah paragraf dapat menetapkan ide atau skenario dari paragraf sebelumnya ke alinea berikutnya.

Terlepas dari format atau genre apapun yang kamu tulis, setiap paragraf yang baik selalu dimulai dengan fokus utama. Fokus atau topik utama tersebut kemudian akan didukung oleh paragraf lainnya.

2. Berikan Dukungan Melalui Kalimat di Tengah Artikel

Kalimat-kalimat ini mencakup penjabaran dari kalimat utama atau paragraf sebelumnya. Ide apa pun yang ingin disampaikan, kalimat-kalimat ini adalah caramu meyakinkan pembaca untuk percaya atau membayangkan apa yang sedang disampaikan di dalam tulisan.

Kalimat pendukung juga memberi semua hal yang pembaca butuhkan untuk melihat sudut pandangmu sebagai penulis.

3. Jadikan Kalimat Terakhir Sebagai Kesimpulan atau Transisi

Bahkan jikalau  tidak di akhir bagian, kalimat konklusif bisa ditempatkan pada baris terakhir dari paragraf itu sendiri. Fungsi dari kalimat ini yaitu menyimpulkan ide atau rangkaian pemikiran tertentu sebelum melanjutkan untuk memulai baris baru pada paragraf berikutnya.

Paragraf berikutnya bisa saja berupa kelanjutan dari ide yang sama. Namun hal terpenting, akhir dari setiap paragraf harus secara singkat merangkum informasi yang diberikan sebelum melanjutkan ke topik selanjutnya.

4. Ketahui Kapan Harus Memulai Paragraf Baru

Kapankah sebuah paragraf transisi bisa dimulai? Biasanya ketika kamu akan memulai topik baru, memperkenalkan pembicara baru, membedakan POV atau ide lain, atau menyediakan ruang kosong untuk memberi pembaca jeda dari paragraf yang lebih panjang.

Misalnya, dalam sebuah novel, buddies dapat memulai paragraf baru saat memasukkan karakter baru, atau menentukan kapan karakter yang berbeda sedang berbicara. Hal ini dapat membantu pembaca memisahkan teks tindakan dari dialog dengan lebih mudah.

Paragraf transisi dapat mengontrol kecepatan tulisan, dan membangkitkan perasaan atau suasana hati tertentu bagi pembaca. Meskipun tidak ada jumlah kalimat ideal yang diperlukan dalam setiap paragraf, dalam beberapa kasus, satu paragraf bisa saja terdiri dari satu kalimat.

Beberapa orang menganggap hal itu aneh, tetapi hal tersebut dapat diterima selama mendukung ide sentral, dan tidak membanjiri audiens dengan terlalu banyak informasi. Apalagi sekarang ini sebagian besar pembaca mengakses blog lewat handphone, jadi semakin ringkas paragraf jelas semakin baik keterbacaannya.

5. Gunakan Kata Transisi

Kata transisi membantu menyatukan paragraf yang terpisah. Kata transisi juga bisa menghubungkan paragraf-paragraf untuk membentuk ide yang koheren. Frasa seperti “lebih dari itu” atau “di samping itu” dapat membantu pembaca melacak ide-ide dan memahami bagaimana antar paragraf berhubungan satu sama lain.

Kata transisi juga mampu membuat pengalaman membaca yang lebih lancar dan menyenangkan. Ini sangat berguna bagi penulis esai dan blogger, yang sering berfokus pada satu ide sekaligus untuk dibagikan kepada audiens.

Jadi, gimana nih buddies… apakah cara membuat artikel di blog yang Tukangketik bagikan cukup membantu?  Jika ingin belajar lebih lanjut tentang blogging, buddies bisa membaca tutorial blogging ya. See you!