Jenis-jenis Majas dalam Karya Sastra Apa Saja? Kenalan Yuk!

Saat kita duduk di bangku sekolah, jenis-jenis majas dalam karya sastra pasti menjadi hal yang sering didengar. Bagaimana dengan sekarang, masihkah mengingatnya, buddies?

Buat buddies yang mungkin sudah lupa-lupa ingat dengan apa saja jenis majas, namun perlu tahu untuk keperluan pekerjaannya di bidang tulis-menulis. Atau malah karena saat ini sudah menjadi orang tua, dan butuh  mengingat lagi materi ini dalam rangka menemani belajar anak-anak. Yuk, kita kenalan lagi sama si majas.

Pengertian Majas

Informasi yang Tukangketik dapatkan dari situs KBBI, majas merupakan bahasa serapan dari bahasa Arab. Pada bahasa aslinya, مَجَازٌ  (majāz) memiliki arti cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain karena memiliki kemiripan.

Bisa juga diartikan dengan laluan dari. Hal ini karena مَجَازٌ  (majāz) sendiri dalam bahasa Arab, juga berasal dari kata kerja جَازَ jāza. Artinya melewati atau menempuh.

Setelah diserap ke bahasa Indonesia, majas sendiri memiliki arti yang merujuk pada kalimat pertama. Yaitu cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain. Biasa juga disebut dengan kiasan.

Fungsi Majas

Sejauh ini, majas lebih banyak digunakan dalam karya sastra. Meski tidak menutup kemungkinan, pada bentuk-bentuk tulisan lain, seperti artikel, majas juga bisa digunakan.

Secara sederhana, majas merupakan gaya bahasa yang berfungsi untuk membuat sebuah tulisan menjadi lebih hidup. Biasanya dalam tulisan puisi ataupun prosa.

Tujuan dari penggunaan majas di dalam kalimat adalah untuk menambah kekayaan diksi atau pilihan kata pada sebuah karya. Alhasil, karya tersebut memiliki ragam bahasa yang lebih mengalir dan enak dibaca.

Lalu apa saja ya jenis-jenis majas? Yuk lanjutkan bacanya, buddies.

Jenis-jenis Majas dan Contohnya

Secara garis besar, majas terdiri dari tiga jenis utama. Namun di setiap jenisnya, masih dibagi lagi menjadi beberapa sub jenis lainnya. Cuzz lah, kita kenal lebih dekat dengan jenis dan contohnya.

1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah majas yang cara kerjanya yaitu dengan membandingkan atau menyandingkan antara satu objek dengan objek lainnya.

Majas perbandingan memiliki banyak jenis lo, antara lain:

  • Alegori: gaya bahasa yang menggunakan kiasan atau penggambaran akan sesuatu. Misal, “Hidup itu layaknya rollercoaster, ada kalanya naik dan turun.”
  • Metafora: gaya bahasa  yang menggunakan analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang sama sekali berbeda. Contoh: “Meski kaya, Anton dikenal sebagai orang yang panjang tangan.” Panjang tangan pada kalimat ini bukan tangannya berukuran panjang, tetapi memiliki arti suka mencuri atau mengambil hak orang lain.
  • Metonimia: gaya bahasa dengan penggunaan kata lain yang terkait. Misal, “Bapak selalu menjemputku dari sekolah menggunakan Honda bututnya.” Honda di sini mengacu pada sepeda motor.
  • Litotes: majas yang menggunakan kata untuk menunjukkan penurunan kualitas dengan maksud merendah. Contoh; “Terima kasih sudah sudi berkunjung ke gubug kecilku.”
  • Hiperbola: majas yang menggunakan kata berlebihan dan seringkali tidak masuk di akal. Misal, “Jantungku hancur berkeping-keping mendengar berita yang dikabarkan oleh ibuku.
  • Pars pro toto: majas yang menggunakan unsur sebagian obyek untuk menggambarkan keseluruhan obyek tersebut. Contoh: “Sudah berhari-hari sejak kejadian itu, Hanafi tidak berani menampakkan batang hidungnya.”
  • Totem pro parte: merupakan kebalikan dari majas Pars pro toto. Yaitu menggunakan keseluruhan unsur untuk menceritakan sebagian obyek. Misal: “Indonesia dikalahkan oleh Malaysia secara telak dalam pertandingan sepak bola semalam.”
  • Eufimisme: gaya bahasa yang menggunakan kata atau frase pengganti dengan maksud untuk memperhalus. Contoh: “Saat ini tengah digodok penyesuaian tarif tol terbaru.”
  • Personifikasi: majas yang membandingkan antara benda mati dengan makhluk hidup, khususnya manusia. Caranya yaitu dengan memberikan sifat makhluk hidup kepada benda-benda mati. Contohnya, “Di tengah sunyinya malam, angin tiba-tiba berteriak bising hingga menghancurkan imajiku tentangmu.”

2. Majas Sindiran

Nah, buat yang suka bikin status sindir-menyindir, penting banget nih menguasai gaya bahasa sindiran. Biar status medsosnya jadi lebih beragam gitu, hehe. Eits, jangan ding. Gunakan majas ini dalam konteks yang baik ya, buddies.

Eniwei, majas sindiran adalah majas yang berfungsi untuk menyindir sesuatu dengan cara halus. Yang termasuk dalam majas sindiran, yaitu:

  • Ironi: Gaya bahasa ini biasanya menggunakan kata atau frasa  tertentu untuk menyembunyikan fakta dan menyampaikan hal berkebalikan. Contoh: “Suara perempuan yang sedang tampil di panggung begitu merdu, hingga pengunjung kafe yang hadir menutup telinga rapat-rapat.”
  • Sarkasme: majas berisi sindiran yang sangat kasar. Misal: “Bersih benar rumahmu, sampai-sampai debunya menempel ke permukaan kulitku.”
  • Sinisme: gaya bahasa yang biasa digunakan untuk mencemooh ide atau pemikiran orang lain. Contoh: “Cerdas benar solusimu, bahkan anak TK pun tahu hal itu.”

3. Majas Penegasan

Jika buddies ingin membuat kalimat penegasan, jangan lupa untuk menyisipkan majas penegasan agar tulisannya jadi lebih semarak. Adapun beberapa jenis majas penegasan antara lain;

  • Pleonasme: gaya bahasa ini menggunakan kata penjelas yang sebenarnya tak diperlukan. Misal: “Pak Tohar baru saja naik ke atas untuk melaporkan kinerja anak buahnya.”
  • Repetisi: adanya pengulangan kata atau frasa dalam sebuah kalimat yang sama, bermaksud menegaskan sesuatu. Contoh: “Jangan ke mana-mana, aku akan segera kembali. Ingat, jangan pergi ke mana-mana ya.”
  • Aliterasi: majas di mana ada konsonan yang berulang pada setiap awal kata di dalam sebuah kalimat. Misal: “Bertha bersama Budi beli baju biru.”
  • Retorika: majas berupa kalimat tanya yang tidak membutuhkan jawaban, hanya untuk menegaskan sesuatu. Contoh: “Siapa yang tak ingin terlahir seperti Rafathar, anak dari Sultan Andara?

Demikianlah informasi yang bisa Tukangketik sampaikan mengenai jenis-jenis majas dalam karya sastra. Semoga bisa membantu buddies yang sedang belajar menulis ya.